Kamis, 01 Agustus 2019

PERANGKAT PEMBELAJARAN BAHASA JAWA SMK K13 rev '17 TAHUN PELAJARAN 2019-2020


Guru, jare wong-wong guru kuwi digugu lan ditiru, mula guru kudu pinter lan disiplin amarga guru kuwi dadi tuladha anak dhidhike. Pinter tegese pinter sembarang kalir, pinter mulang lan uga pinter ubet nalika kabutuhan sarwa pas-pasan, hehe…. (curhat). Disiplin tegese ora nerak aturan kang wis ana. Kajaba disiplin wektu, uga kudu disiplin administrasi.
Administrasi guru utawa kang lumrah diarani perangkat pembelajaran kuwi kapantha dadi 3, yaiku Buku Kerja 1, Buku Kerja 2, lan Buku Kerja 3. Wondene saben buku kerja perangane apa wae, bisa dideleng ana ing katrangan iki.
Kanggo pepeling, perangkat iki isine KELAS 10 TAHUN PELAJARAN 2019/2020, yen panjengan kersa sumangga bisa di download lan dijumbuhake karo kabutuhan sekolahe dhewe-dhewe.
Matur nuwun.
Muga bisa paring mupangat.

Buku Kerja 1:
0.      Cover 1, 2, 3
1.      Ikrar Guru
2.      Kode Etik Guru
3.      Tata Tertib Guru
5.      Kalender Pendidikan
7.      Silabus (Semester Gasal, Semester Genap)
9.      Program Tahunan
11.  Jadwal Kegiatan Program Semester
12.  Kriteria Ketuntasan Minimal
13.  RPP

Buku Kerja 2:
1.      Jadwal Mengajar
2.      Buku Agenda Guru
3.      Catatan Hambatan Belajar Siswa
4.      Jurnal Catatan Siswa
5.      Daftar Hadir Siswa
6.      Daftar Nilai Siswa
7.      Analisis Nilai
8.      Hasil Analisis Penilaian
9.      Tindak Lanjut Analisis Butir Soal
10.  Daya Serap Siswa
11.  Program Remidi
12.  Daftar Hadir Remidi
13.  Laporan Pelaksanaan Remidi
14.  Program Pengayaan
15.  Laporan Pelaksanaan Pengayaan

Buku Kerja 3:
1.      Kisi-kisi Ulangan Harian
2.      Soal Ulangan Harian
3.      Soal Remidi
4.      Materi Pengayaan
5.      Tugas Terstruktur
6.      Tugas Mandiri Tidak Terstruktur

Minggu, 05 Januari 2014

Strategi Pengembangan Keterampilan Membaca



Strategi Pengembangan Keterampilan Membaca
Menggunakan Strategi Membaca

Bahasa instruktur sering frustrasi oleh kenyataan bahwa siswa tidak secara otomatis mentransfer strategi yang mereka gunakan ketika membaca dalam bahasa ibu mereka untuk membaca dalam bahasa yang mereka pelajari. Sebaliknya, mereka tampaknya berpikir membaca berarti mulai pada awal kata dan pergi demi kata, berhenti untuk mencari kosa kata setiap item diketahui, sampai mereka mencapai akhir. Ketika mereka melakukan hal ini, siswa hanya mengandalkan pada pengetahuan linguistik mereka, strategi bottom-up. Salah satu fungsi yang paling penting dari instruktur bahasa, kemudian, adalah untuk membantu siswa bergerak melewati ide ini dan menggunakan strategi top-down seperti yang mereka lakukan dalam bahasa ibu mereka.
Instruktur bahasa Efektif menunjukkan siswa bagaimana mereka dapat menyesuaikan perilaku mereka membaca untuk berurusan dengan berbagai situasi, jenis masukan, dan membaca tujuan. Mereka membantu siswa mengembangkan seperangkat strategi membaca dan mencocokkan strategi yang tepat untuk setiap situasi membaca.
Strategi yang dapat membantu siswa membaca lebih cepat dan efektif termasuk,
1.      Meninjau: memeriksa judul, judul bagian, dan keterangan foto untuk mendapatkan rasa struktur dan isi pilihan membaca;
2.      Memprediksi: menggunakan pengetahuan tentang masalah yang dibahas untuk membuat prediksi tentang konten dan kosa kata dan memeriksa pemahaman; menggunakan pengetahuan tentang jenis teks dan tujuan untuk membuat prediksi tentang struktur wacana; menggunakan pengetahuan tentang penulis untuk membuat prediksi tentang gaya penulisan, kosakata, dan konten;
3.      Skimming dan scanning: menggunakan survei cepat dari teks untuk mendapatkan ide utama, identifikasi struktur teks, konfirmasi atau pertanyaan prediksi;
4.      Menebak dari konteks: menggunakan pengetahuan sebelumnya dari subjek dan ide-ide dalam teks sebagai petunjuk arti kata-kata yang tidak diketahui, bukannya berhenti untuk melihat mereka;
5.      Parafrase: berhenti di akhir bagian untuk memeriksa pemahaman dengan menegaskan kembali informasi dan ide-ide dalam teks;

Instruktur dapat membantu siswa belajar kapan dan bagaimana menggunakan strategi membaca dalam beberapa cara.
1.      Dengan pemodelan strategi keras, berbicara melalui proses melihat pratinjau, memprediksi, skimming dan scanning, dan parafrase. Hal ini menunjukkan siswa bagaimana strategi bekerja dan berapa banyak yang bisa mereka ketahui tentang teks sebelum mereka mulai membaca kata demi kata.
2.      Pada saat memungkinkan di kelas untuk kelompok dan individu melihat pratinjau dan memprediksi kegiatan sebagai persiapan untuk di-kelas atau membaca di luar kelas. Mengalokasikan waktu kelas untuk kegiatan ini menunjukkan pentingnya mereka dan nilai.
3.      Dengan menggunakan cloze (isi kosong) latihan untuk meninjau item kosa kata. Ini membantu siswa belajar untuk menebak makna dari konteks.
4.      Dengan mendorong siswa untuk berbicara tentang apa strategi yang mereka pikir akan membantu mereka pendekatan tugas membaca, dan kemudian berbicara setelah membaca tentang apa strategi yang mereka benar-benar digunakan. Ini membantu siswa mengembangkan fleksibilitas dalam memilih strategi.
5.      Ketika pelajar menggunakan bahasa strategi membaca, mereka menemukan bahwa mereka dapat mengontrol pengalaman membaca, dan mereka mendapatkan kepercayaan dalam kemampuan mereka untuk membaca bahasa.


Membaca untuk Belajar

Membaca adalah bagian penting dari pengajaran bahasa di setiap tingkatan karena mendukung pembelajaran dalam berbagai cara.
1.       Membaca untuk belajar bahasa: Membaca adalah bahan masukan bahasa. Dengan memberikan siswa berbagai bahan untuk membaca, beberapa instruktur memberikan kesempatan bagi siswa untuk menyerap kosa kata, tata bahasa, struktur kalimat, dan struktur wacana yang muncul dalam konteks yang otentik. Siswa sehingga memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang cara-cara di mana elemen bahasa kerja sama untuk menyampaikan makna.
2.       Membaca untuk informasi konten: tujuan Siswa 'untuk membaca dalam bahasa ibu mereka sering untuk memperoleh informasi tentang subjek yang mereka pelajari, dan tujuan ini dapat berguna dalam kelas belajar bahasa juga. Membaca untuk informasi konten di kelas bahasa memberi siswa baik bahan bacaan otentik dan tujuan yang otentik untuk membaca.
3.       Membaca untuk pengetahuan budaya dan kesadaran: Membaca bahan sehari-hari yang dirancang untuk penutur asli dapat memberikan wawasan siswa ke dalam gaya hidup dan pandangan dunia dari orang-orang yang bahasa yang mereka pelajari. Ketika siswa memiliki akses ke surat kabar, majalah, dan situs Web, mereka terkena berbagai budaya di seluruh, dan stereotip budaya monolitik mulai rusak.
Ketika membaca untuk belajar, siswa perlu mengikuti empat langkah dasar:
1.      Mengetahui tujuan untuk membaca. Aktifkan pengetahuan latar belakang topik untuk memprediksi atau mengantisipasi konten dan mengidentifikasi strategi membaca yang sesuai.
2.      Hadir ke bagian-bagian dari teks yang relevan dengan tujuan diidentifikasi dan mengabaikan sisanya. Selektivitas ini memungkinkan siswa untuk berfokus pada item tertentu dalam input dan mengurangi jumlah informasi yang mereka harus terus dalam memori jangka pendek.
3.      Pilih strategi yang sesuai dengan tugas membaca dan menggunakannya secara fleksibel dan interaktif. Pemahaman siswa dan meningkatkan kepercayaan diri mereka meningkat ketika mereka menggunakan keterampilan top-down dan bottom-up secara bersamaan untuk membangun makna.
4.      Periksa pemahaman saat membaca dan ketika membaca tugas selesai. Monitoring pemahaman membantu siswa mendeteksi inkonsistensi dan kegagalan pemahaman, membantu mereka belajar menggunakan strategi alternatif.

Sabtu, 23 November 2013

HAKIKAT DAN PROSES MEMBACA



HAKIKAT DAN PROSES MEMBACA

A.    Hakikat Membaca
Bagi masyarakat yang hidup dalam babakan pasca industri, atau yang lazim disebut era sumber daya manusia, atau era sibermatika, seperti sekarang ini, kemahiran membaca dan menulis atau yang lazim disebut literacy memang telah dirasakan sebagai conditio sine quanon alias prasyarat mutlak yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Sebagai sebuah bukti, konon para ahli ekonomi telah membuat prakiraan bahwa kehidupan perekonomian mendatang akan menemukan sumber kekuatannya pada kegiatan-kegiatan yang bertalian dengan suatu sumber daya yang hanya ada pada manusia, yakni daya nalarnya. Sebab daya nalar tersebut merupakan sumber utama yang dimiliki oleh manusia untuk berkreasi dan beradaptasi agar mereka mampu memacu kehidupan dalam jaman teknologi yang semakin canggih dan berkembang ini. Nalar manusia akan berkembang secara maksimal jika ia diasah melalui pendidikan. Dan jantung dari pendidikan adalah kegiatan berliterasi atau kegiatan baca-tulis. Dengan demikian kedudukan kemahiran berliterasi pada abad informasi seperti sekarang ini sesungguhnya merupakan modal utama bagi siapa saja yang berkehendak meningkatkan kemampuan serta kesejahteraan penghidupannya.
Dalam dunia pendidikan kemahiran berliterasi merupakan hal yang sangat fundamental. Sebab semua proses belajar sesungguhnya didasarkan atas kegiatan membaca dan menulis, juga dengan melalui kegiatan literasi membaca dan menulislah kita dapat menjelajahi luasnya dunia ilmu yang terhampar luas dari berbagai penjuru dunia dan dari berbagai babakan jaman. Dengan demikian, dunia pendidikan dan persekolahan memiliki tugas untuk mengupayakan kehadiran salah satu aspek keterampilan berbahasa ini kepada para siswanya.
Hingga saat ini cukup banyak pengertian atau definisi yang telah dikemukakan oleh para pakar tentang membaca. Dari berbagai pengertian dan definisi membaca tersebut kita dapat mengklasifikasikan ke dalam tiga kelompok besar. Pertama, pengertian membaca yang ditarik sebagai interpretasi pengalaman membaca itu bermula dengan penemuan waktu dan berawal dengan pengelolaan tanda-tanda berbagai benda (membaca itu berawal dengan tanda dan pertanda). Kedua, definisi atau pengertian membaca yang ditarik dari interpretasi lambang grafis; membaca merupakan upaya memperoleh makna dari untaian huruf tertentu. Dan ketiga, definisi atau pengertian membaca yang ditarik dari keduanya, yakni membaca merupakan perpaduan antara pengalaman dan upaya memahami lambang-lambang grafis atau dari halaman bercetakan. Jika dihubungkan dengan masalah pembelajarannya, setiap definisi-definisi membaca tersebut sudah barang tentu senantiasa berimplikasi. Sebagai seorang guru atau calon guru kita perlu memahami implikasi-implikasi tersebut.

B.     Membaca Sebagai Proses
Membaca bukanlah suatu kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan suatu sintesis berbagai proses yang tergabung ke dalam suatu sikap pembaca yang aktif. Proses membaca yakni membaca sebagai proses psikologi, membaca sebagai proses sensori, membaca sebagai proses perseptual, membaca sebagai proses perkembangan, dan membaca sebagai proses perkembangan keterampilan.
Sebagai proses psikologi membaca itu perkembangannya akan dipengaruhi oleh hal-hal yang sifatnya psikologi pembaca, seperti intelegensi, usia mental, jenis kelamin, tingkat sosial ekonomi, bahasa, ras, kepribadian, sikap, pertumbuhan fisik, kemampuan persepsi, tingkat kemampuan membaca. Di antara faktor-faktor tersebut menurut Harris (1970), bahwa faktor terpenting dalam masalah kesiapan membaca yaitu intelegensi umum.
Membaca sebagai proses sensoris mengandung pengertian bahwa kegiatan membaca itu dimulai dengan melihat. Stimulus masuk lewat indra penglihatan mata. Setelah dilakukan pemaknaan atau pengucapan terhadapnya. Pernyataan “membaca sebagai proses sensoris” tidak berarti bahwa membaca merupakan proses sensoris semata-mata. Banyak hal yang terlibat dalam proses membaca dan ketidakmampuan membaca bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang bisa bekerja sendiri-sendiri atau secara serempak.
Membaca sebagai proses perseptual mengandung pengertian bahwa dalam membaca merupakan proses mengasosiasikan makna dan interpretasi berdasarkan pengalaman tentang stimulus atau lambang, serta respons yang menghubungkan makna dengan stimulus atau lambang tersebut. Membaca sebagai proses perkembangan mengandung arti bahwa membaca itu pada dasarnya merupakan suatu proses perkembangan yang terjadi sepanjang hayat seseorang. Kita tidak tahu kapan perkembangan mulai dan berakhir. Sedangkan proses membaca sebagai perkembangan keterampilan mengandung arti membaca merupakan sebuah keterampilan berbahasa (language skills) yang sifatnya objektif, bertahap, bisa digeneralisasikan, merupakan perkembangan konsep, pengenalan dan identifikasi, serta merupakan interpretasi mengenai informasi.


DAFTAR PUSTAKA

Burnes Don and Glenda Page (ed.). (1985). Insight and Strategies for Teaching Reading. Sydney: Harcourt Brace Jovanovich Group.
Harris, L. Theodore (et.al) (ed.). (1983). Dictionary of Reading and Related Term. London: International Reading Asociation.
Harras K.A. (1995). Membaca Minat Baca Masyarakat Kita dalam jurnal Mimbar Bahasa dan Seni No.XXII 1995.
Harjasujana, A. (1988). Nusantara yang Literat: Secercah Sumbangsaran terhadap Upaya Pengingkatan Mutu Pendidikan di Indonesia. (Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada FPBS IKIP Bandung).
Harjasujana, A. (dkk.). (1988). Materi Pokok Membaca. Jakarta: Universitas Terbuka.
Harjasujana, A, dan Vismaia Damaianti. (2003). Membaca dalam Teori dan Praktik. Bandung: Penerbit Mutiara.
Olson, R. David (et.al) (ed.). (1983). Literacy, Language, and Learning. London: Cambridge University.
Richard T. Vacca and Jo Annel Vacca. (1987). Content Area Reading. Boston: Scott, Foresman and Company.
Smith, Frank. (1987). Understanding Reading: a Psikolinguistic Analysis of Reading and Learning to Read. London: Lawrence Erlbaum Asociates Publisher.
Tarigan, H.G. (1986). Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan, H.G., Kholid dan A. Ruhendi Saefullah (ed.). (1989). Membaca dalarn Kehidupan. Bandung: Angkasa.

Keterampilan Membaca



Ketrampilan Membaca
Membaca merupakan jendela dunia, yang artinya dari membacalah semua informasi di seantero dunia ini dapat ditangkap dan dicerna dengan cepat dan mudah. Untuk memiliki kemampuan membaca yang baik diperlukan tentang teknik-teknik membaca yang baik. Di samping itu, sangat diperlukan latihan-latihan yang cukup sesuai dengan tujuan membaca yang dilakukan.
Setelah mengikuti mata kuliah ini Anda diharapkan memiliki wawasan yang luas tentang hakikat dan proses membaca, jenis-jenis membaca, langkah-langkah kegiatan membaca, faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca, membaca intensif dan ekstensif, serta pengembangan kemampuan membaca skimming dan scanning. Secara rinci, tujuan yang ingin dicapai yaitu agar Anda dapat:
1.      Menjelaskan hakikat dan proses membaca,
2.      Menjelaskan jenis-jenis membaca,
3.      Menjelaskan langkah-langkah kegiatan membaca,
4.      Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca,
5.      Menjelaskan membaca intensif dan ekstensif,
6.      Menjelaskan pengembangan kemampuan membaca skimming dan scanning.

Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai maka penjelasan materi ini difokuskan pada
1.      Hakikat dan proses membaca,
2.      Jenis-jenis membaca,
3.      Langkah-langkah kegiatan membaca,
4.      Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca,
5.      Membaca intensif dan ekstensif,
6.      Pengembangan kemampuan membaca skimming dan scanning.